Elsa & Andrey, Tumpuan Emas Tenpin Bowling Indonesia

Elsa & Andrey, Tumpuan Emas Tenpin Bowling Indonesia

Elsa Maris, paralympian putri asal Palembang ini tengah menjalani tahun keduanya di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) NPC Indonesia 2019. Pada debutnya untuk Indonesia di Asian Paragames 2018 lalu, Elsa berhasil mempersembahkan emas dan perak di dua nomor yang diikutinya. Di ajang multiolahraga paralympian terbesar Asia tersebut, Elsa tergabung dikategori kelas TPB4.

Awalnya, paralympian berusia 33 tahun ini dikenalkan olahraga bowling oleh sang Ibu sejak berusia 15 tahun. Berlatih di Palembang, sampai akhirnya bergabung di Pelatnas NPC Indonesia tahun 2018. Sebelumnya Elsa telah mengikuti berbagai kejuaraan bowling baik untuk atlet normal maupun atlet disabilitas. Dengan prestasi antara lain medali Perunggu di Pon Kaltim 2008, Emas di Tenpin Bowling Championship 2011, Perunggu di PON Riau 2012, dan empat Emas di World Para Bowling Tour 2018. Pada Asean Paragames Philippines 2020 nanti, Elsa mempunyai target raihan Emas di kelas individu dan ganda campuran (berpasangan dengan Andrey Ananta Azward).

Saat ditemui di lokasi latihan Bengawan Sport Center Solo, pelatih Tenpin Bowling Indonesia Sri Jayadi menyampaikan “Selain Elsa Maris di nomor individu, ganda Elsa Maris dan Andrey Ananta juga kita target emas. Untuk nomor kelasnya double mix TPB4 yaitu kelas intellectual impairment. Ganda ini pertama kali dipasangkan pada Asian Paragames Jakarta 2018 kemarin dan mendapatkan medali perak. Jadi untuk level Asia Tenggara di Philippines nanti peluang untuk emas akan lebih besar”.

“Kita juga latihan lebih spesifik di setiap kelasnya, kita fokuskan dan kita mapping. Kita beri program dan materi latihan teknik secara continuous baik daily, weekly, maupun monthly. Tim Tenpin Bowling Indonesia berkomitmen terus berjuang keras dan tidak pernah menyerah untuk mengharumkan nama Indonesia” tambahnya.

Sementara untuk pasangan ganda campuran Elsa, Andrey Ananta Azward, tahun ini juga menjadi Pelatnas tahun keduanya di NPC Indonesia. Meski usianya masih sangat muda, target emas di Asean Paragames Philippines 2020 tidak disikapi sebagai beban. Bagi paralympian putra yang tahun ini baru memasuki sekolah menengah atas (SMA) tersebut, target emas menjadi motivasi untuk latihan lebih keras dan lebih fokus. Sebagaimana disampaikan oleh sang Ayah, Andrey dikenalkan dengan olahraga bowling agar mempunyai kegiatan olahraga. Kemudian pada usia sembilan tahun mengikuti Piala Gubernur DKI Jakarta dan memperoleh Perak di kelas normal. Setelah itu Andrey terus berlatih sampai akhirnya dipanggil untuk bergabung di Pelatnas NPC Indonesia pada tahun 2018. Pada debutnya untuk Indonesia di Asian Paragames Jakarta 2018, Andrey berhasil mempersembahkan medali Perak berpasangan dengan Elsa Maris di nomor kelas double mix TPB4.

Lanjutkan perjuanganmu Elsa & Andrey. harumkan Merah Putih di kancah dunia!

Leave a Reply

Your email address will not be published.